KENAPA HARUS KAMU LINUX??? :-)

blogger templates
Pengalaman dari seorang yang gak tau sama linux.... Sempet sech bertanya kenapa kok linux di istimewakan oleh barack obama, yach dunia ini gak semua orangnya kaya, gak terpaku dengan OS yang mahalan kayak mikocok "BILL GATES" uuuupppssss gak sopan yach??? tapi biarin aja mau marah mau gak tu produk mikocok..... yach kalian pasti gak percaya yach indonesia sekarang menjadi negara nomor 1 yang menggungulkan distro-distro operating linux yach tau sendiri lah alasan indonesia jadi negara terbesar pengguna open source ini... waktu inget Bill gates menremehkan linux??? sekarang apa!!!!! windows jadi nomor bawah banget... berharap sech indonesia maju dengan opensource gak terpaku beli asli dan harus bayar mahal kalau gak make OS bajakan... memalukan!!!! oya jadi lupa curhat nehhhhh aku penjajal semua OS linux dan yang aku anggap paling uenak adalah OS "OPENSUSE" aku pengguna versi 10.3 kenapa aku make os ini karena kompieku bermerek dengan metherboard PCCHIPS dengan serial P55G.... semua alhamdulilah berjalan lancar, aku mau ceritain pengalaman dengan menggunakan openSUSE 10.3 ini..

etelah sebulan make OpenSUSE (dengan format tampilan Gnome) di rumah, akhirnya aku berhasil menyimpulkan beberapa ketidak-nyamanan sebuah sistem operasi gratisan. Ya namanya juga gratisan, jadinya jangan pernah berharap performa senyaman menggunakan sistem operasinya Oom Bill. Kecuali lebih stabil (aku nggak pernah mengalami dikit-dikit memory dumping kayak di Windows), OpenSUSE menyimpan kelemahan-kelemahan umum, such as:

1. Altec Lansing AVS 300-ku serasa bukan Altec Lansing.
Jadi ceritanya, di SUSE aku pake Banshee buat player lagu-lagu bajakan milikku. Tapi ya namanya barang gratisan, ndak ada fasilitas buat ngatur equalizer-nya. Otomatis Altec-ku nggak optimal. Suaranya nggak selepas biasanya, kayak ketahan di dalam. Suaranya Faiz, gitarisnya X-Class, band indie asal Pemalang, di prototype lagu yang judulnya “Mahysa” – lagu ini lagu lama karangannya dia buat band-ku, The Poison Kings – yang aslinya butut, jadi semakin terdengar butut (kapan-kapan lagunya ta’upload kalo sudah rekaman resmi di studio). Pengumuman: Faiz ini speed gitarnya rodo nggilani (meski nggak senggilani Yngwie Malmsteen), tapi bicara soal kualitas vokal? Oho, maaf-maaf saja.Jangankan Faiz, lha wong suaranya Judika “Indonesian Idol” yang nggombal habis-habisan itu, juga jadi jelek. Alhasil, aku nggak berani ndengerin suaraku sendiri via SUSE. Takut kecewa. Lha, kalo penyanyinya sendiri aja kecewa dengan suaranya sendiri, bagaimana mau mempertanggung-jawabkan performaku di hadapan publik? Band dengan massa terbesar se-MIPA Selatan Gadjah Mada ini bisa-bisa bubar gara-gara ditinggal penggemar.

2. Flashdisk nggak bisa di-detect kalo dari awal booting sudah kepasang.
Jangan sekali-sekali masang flashdisk sejak awal booting komputer. Mending masangnya entar-entar aja begitu masuk SUSE!

Entah kenapa, flashdisk memelas itu nggak pernah berhasil di-mount kalo sejak awal booting sudah nancep di slot USB. Tapi begitu dicabut dan dipasang lagi, wow, otomatis langsung ke-detect tanpa perlu di-mount lagi.

Sodara-sodari suka masang gambar latar di flashdisk via settingan desktop.ini? Nggak berguna. Di SUSE gambar latar seganteng apapun nggak bakal kelihatan. Yang tampannya audzubillah kayak aku aja nggak kelihatan, apalagi yang terlahir tidak setampan aku. Nggak percaya? Silahkan dites di Pogung Rejo B.19, Sleman, Yogyakarta.

3. Transfer file yang luambit banget.
Flashdiskku memang terkenal lambat. Barang murah soalnya. Sebijinya cuma $ 9, meskipun kapasitasnya nyampai 10 GB (kalo aku beli sepuluh). Tadinya aku pikir, itu memang pengaruh eksternal aja. Tapi kemarin malam, John Angga sudah membuktikannya.

Si John ini ceritanya mau ngopi 1 lagu dari Helloween yang judulnya “Future World”. Lagunya Helloween itu keren-keren, lho. Jarang bicara cinta. Biasanya bicara masalah kemanusiaan dan realita sosial. Tapi tentu saja tidak ada hubungannya antara tidak adanya tema cinta itu dengan kecepatan transfer. Pokoknya setelah ditunggu sampai lebih dari 15 menit proses transfernya nggak selesai-selesai, akhirnya komputernya ku-restart dan pindah ke Windows. Alhamdulillah, nggak sampai 1 detik, sebuah lagunya Hellowen berhasil tergandakan lagi. Kami-kami ini memang penggemarnya Captain Jack Sparrow, sang tukang bajak.

4. Mainan grafis mendingan jangan di sini.
Nggak banyak yang bisa kukatakan. Kalau sudah terbiasa dimanjakan dengan Corel atau Adobe, coba-coba mainan grafis di SUSE hanya akan menghasilkan pisuhan dan umpatan! Sudah, itu saja.

Nah, sekian saja laporan pandangan mata dari seorang newbie di dunia per-Linux-an. Tapi apapun itu, aku bakal lebih sering mengoprek sistem operasi yang ini ketimbang Windows. Bukan apa-apa, slot memory card-ku sudah agak kendor. Terlalu sering ditancep-cabut soale (bukankah barang apapun yang keseringan ditancep-cabut suatu saat pasti bakalan kendor? Mungkin untuk kasus-kasus kendor tertentu sudah ada solusinya. Masalahnya, sampai saat ini aku belum pernah nemu iklan dengan bunyi “Menerima gurah slot apapun di motherboard Anda”). Hal ini menyebabkan komputerku sering keluar blue-screen kalo nekat pake Windows. Tapi entah kenapa masalah seperti itu nggak pernah kutemukan di SUSE. Yeah, setidaknya sampai sejauh ini. Atas

Selama proses migrasi, tantangan terberat adalah bagaimana mengubah sistem operasi yang digunakan oleh para boss menjadi Linux. Boss-nya pun bukan sembarang boss, melainkan boss pemilik perusahaan.

Menghadapi staff atau supervisor hingga level manajer masih bisa dilakukan secara persuasif. Untuk supervisor dan staff kebawah malah bisa langsung pakai paradigma kekuasaan :-) , tapi kalau managing director menolak, masya kita mau berantem, nggak juga khan…
coba aja gak ada linux server-server di indonesia ini sudah jebol kena hantam virus kayak windows percaya gak???? SO MAJU TERUS DECH LINUX INDONESIA JADIKAN NEGARA INI MENJADI NEGARA YANG BANGGA TERHADAP OPEN SOURCE!!!
THANKS BY : ZUCHRI

0 Response to "KENAPA HARUS KAMU LINUX??? :-)"

Post a Comment